Dalam dunia kepenulisan, revisi
adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Untuk bisa menciptakan tulisan yang
bagus, tentu kita jangan pernah sungkan untuk melakukan revisi. Penulis yang
baik adalah penulis yang tidak takut untuk merevisi tulisannya yang bahkan
sudah selesai. Merevisi artinya mengubah sesuatu yang sudah ditulis atau
dicetak, dalam rangka untuk melakukan koreksi, memperbaiki, atau memperbarui.
Editing adalah bagian dari revisi, tetapi editing tidak sampai mengubah
substansi dari sebuah tulisan, sedangkan merevisi itu kadang harus menulis
ulang sebuah tulisan yang sudah selesai.
Tahap revisi
atau perbaikan menyatu dengan proses menulis. Pada kenyataannya, sebuah tulisan
yang panjang bisa saja mengalami beberapa kali revisi sebelum benar-benar
menjadi sebuah tulisan yang siap disajikan kepada pembaca.
Merevisi
menurut kamus adalah peninjauan (pemeriksaan) kembali untuk perbaikan. Pada
dasarnya merevisi dan menyunting memiliki tujuan sama, yaitu upaya memperbaiki
karangan/ naskah sehingga layak diterbitkan. Perbedaannya, kalau menyunting
dilaksanakan sebelum tulisan/karangan diterbitkan, sedangkan merevisi biasanya
dilaksanakan setelah karangan diterbitkan/ diedarkan dan ditemukan kesalahan
yang mendasar baik dari segi isi maupun segi fisik buku sehingga buku perlu
ditarik dan direvisi kembali.
Langkah-langkah
yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut.
- Tandai kata, kalimat, atau makna kata yang salah!
- Betulkan kata, kalimat, atau makna yang salah sesuai dengan unsur kebahasaan yang sudah kamu pelajari!
- Tulislah ulang teks itu sehingga menjadi teks yang baik dan benar.
Kisah Burung Merak dan Kupu-Kupu
Dahulu, di
dalam hutan yang masih asli terdapatlah perkampungan binatang yang terdiri dari
segala jenis binatang yang ada dihutan,
Monyet, Kambing, Cicak, Kadal, Singa, Burung
Merak, Ulat Bulu dan lain-lain.
Seperti biasanya, setiap pagi Burung Merak
selalu berkaca dan memuji dirinya seteleh
selesai mandi.
“Siapa yang
paling tampan di hutan ini? Siapa yang paling mempesona
di hutan ini?” sambil bertanya dalam hati.
“Akulah yang
paling tampan dan paling mempesona”
Jawabnya dengan bangga selesai berdandan jalan-jalanlah Burung Merak keliling kampung dan setiap bertemu dengan binatang
dia selalu memamerkan keindahan bulunya dari
binatang yang satu ke binatang lainya.
Dan akhirnya
bertemulah Burung Merak dengan
segerombolan Ulat Bulu kemudian dengan
congkaknya dia berkata.
“Hei, Ulat Bulu jelek! cepat-cepat kamu pergi jauh
dari hadapan ku, kamu itu merusak
pemandanganku” ejek Burung Merak kepada Ulat Bulu, sambil berjalan “ngulet” dibiarkan
saja Burung Merak menghinanya dan ini
terjadi setiap kali bila Burung Merak bertemu dengan Ulat Bulu.
Seperti biasanya setiap pagi Burung Merak yang selalu memamerkan bulunya kepada semua binatang yang dia temui, dan suatu ketika agak takjub Burung Merak melihat makhluk aneh yang baru dia lihat berada di dalam hutan.
Dan dia pun
tanpa sungkan-sungkan memamerkan bulunya, Makhluk yang dianggap aneh oleh Burung Merak tersebut adalah seorang Manusia
yang sedang berburu. Melihat keindahaan bulu Burung
Merak, si pemburu takjub dan ditangkaplah si Burung Merak.
Tak jauh dari
tempat kejadian, segerombolan Ulat Bulu
melihat kejadian ini. Melihat kondisi burung
merak yang tidak berdaya Ulat Bulu
pun membantu Burung Merak untuk
dibebaskan dan mereka pun menyerang si pemburu, akibat serangan tersebut, si
pemburu lari tunggang langgang tidak kuat terhadap gatal-gatal yang diterimanya
dan Burung Merak pun BEBAS.
Semenjak
kejadian itu Burung Merak pun telah
berubah, tidak pernah lagi menyombongkan diri memamerkan keindahan bulunya ke
semua binatang, dia hanya memamerkan keindahan bulunya kepada makhluk
sejenisnya saja dan pasangan ketika pada saat musim kawin.
Selang
beberapa hari kemudian, setelah mengalami proses metamorfosis dari ulat bulu, kepompong, dan akhirnya Ulat bulu
pun berubah menjadi seekor Kupu-Kupu
yang cantik.
Tetapi
sekarang akibat ulah manusia yang telah merusak alam, menyebabkan warna
kupu-kupu kupu-kupu berubah menjadi
gelap.
Jangan
pernah sombong, walaupun kamu secara fisik dilahirkan secara sempurna, karena
kesombongan dapat menyebabkan kerugian terhadap diri sendiri (Burung Merak)
Jangan
menilai sesuatu dari fisiknya, karena fisik yang kurang belum tentu memiliki
kekurangan bahkan bisa jadi menjadi sesuatu yang indah (Ulat Bulu, kupukupu).
Jangan
gampang percaya dan terbuka terhadap orang yang baru kamu lihat, walaupun orang
tersebut menakjubkan (Burung Merak
terhadap manusia).
Om Gebe pesen, kita harus menjaga alam supaya habitat
makhluk hidup akan terus berlangsung dan tidak merubah fisik atau kemampuannya
untuk bertahan hidup.
Diolah dari sumber http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/04/23/fabel-buat-kakakburung- merak-kupu-kupu.
Revisi
- Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada. Sehingga penulisan dihutan yang benar adalah di hutan.
- Huruf awal kata dasar “p”bila diberi awalan “me-“, huruf “p” mengalami pelunturan menjadi “m”. Contoh : me+periksa menjadi memeriksa, Dengan demikian, secara konsekuen,kata-kata me+pesona pun harus mengikuti kaidah tersebut sehingga mempesona seharusnya adalah memesona.
- Kata depan dari dipakai untuk menunjukkan arah (tempat) asal (asal-usul) dan untuk menyatakan milik atau kepunyaan. Pada kalimat Merak keliling kampung dan setiap bertemu dengan binatang dia selalu memamerkan keindahan bulunya dari binatang yang satu ke binatang lainya lebih tepat menggunakan kata depan kepada.
- Penulisan huruf kapital yang benar dari burung Merak, Ulat bulu, Kupu-kupu.
- Kata pesen bukan merupakan kata baku, kata bakunya adalah pesan.
- Kesalahan penulisan seteleh, seharusnya setelah.
- Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; -ku, -mu, dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Sehingga penulisan yang benar pada kalimat “Hei, Ulat Bulu jelek! cepat-cepat kamu pergi jauh dari hadapanku, kamu itu merusak pemandanganku”
- Pada kalimat burung Merak menghinanya dan ini terjadi setiap kali bila burung Merak bertemu dengan Ulat bulu. Penggunaan setiap kali bila tidak efektif seharusnya salah satunya saja setiap kali atau bila.
- Pada kalimat si pemburu lari tunggang langgang tidak kuat terhadap gatal-gatal yang diterimanya dan Burung Merak pun BEBAS. Penggunaan huruf kapital yang benar adalah bebas.
0 komentar:
Posting Komentar