LAPORAN BUKU
Judul buku :
Prinsip-prinsip dasar sastra (BAB III PRINSIP-PRINSIP DASAR FIKSI)
Pengarang :
Prof.DR.Henry Guntur Tarigan
Penerbit :
ANGKASA Bandung
Tahun terbit
: 2000
Cetakan :
5 (Kelima)
Kota terbit :
Bandung
Tebal buku :
iii-viii dan 243 halaman + cover
Harga buku : Rp.
47000
ISBN :
979-404-162-9
GARIS BESAR ISI BUKU :
v BAB III : PRINSIP-PRINSIP
DASAR FIKSI
A.
Pengantar ke
masalah
B. Apakah
yang disebut fiksi
C. Unsur-unsur
fiksi
D. klasifikasi
fiksi
E. novel
F. novelet
G. cerita
pendek
H. pertanyaan
pembimbing meresensi fiksi
INTISARI BAB/SUB BAB BUKU :
v BAB
III PRINSIP-PRINSIP DASAR FIKSI
A. Pengantar kemasalah
Pengarang wanita Virginia Wolf mengatakan
bahwa “roman ialah terutama sekali sebuah eksplorasi atau satu kroni
penghidupan, merenungkan dan melukiskan dalam bentuk yang tertentu, pengaruh
ikatan, kehancuran atau tercapainya gerak gerik hasrat manusia” ( Lubis; 1960 :
30 ).
Brooks dan warren pernah mengatakn bahwa “kebanyakan mahasiswa membaca
beberapa jenis fiksi seenaknya dan untuk kesenangan saja. Kenyataan ini dapat
meninabobokan guru yang mengajar fiksi kedalam suatu rasa puas yang tidak pada
tempatnya. Dia rasa dia tidaklah harus membuat para siswa itu membaca fiksi
seperti dia, membuat mahasiswa membaca puisi atau esei. Dia hanya menyuguhi
dirinya sendiri dengan masalah yang gampang terhadap meyakinkan para siswa
bahwa beberapa fiksi yaitu sastra yang baik atau yang mengandung nilai sejarah
, adalah juga menarik dengan sendirinya. Sering kali siswa menemui bahwa cerita
atau novel yang baik itu menarik baginya. Maka berkatalah guru fiksi dengan
bangga “lihat, kamu menyukai cerita itu, dan cerita itu adalah sastra . karena
itu tidaklah begitu jelek”. Dan setelah mengambil kesimpulan sang guru boleh
merasa bahwa tujuannya dalam pengajaran fiksi itu telah tercapai”.( Brooks and
warren; 1959 : xi).
B.
Apakah yang disebut
fiksi ?
Kata fiksi atau fiction diturunkan dari bahasa
latin fictio, fictum yang berarti “membendictinembuat, mengadakan ,
menciptakan” . (“webster’s new collegiate dictionary , “ 1959: 308). Dengan
demikian dapatlah kita analogikan bahwa kata benda fiksi dalam bahasa indonesia
secara singkat berarti “sesuatu yang dibentuk ; sesuatu yang dibuat; sesuatu
yang diciptakan; sesuatu yang diimajinasikan”. Inilah kir-kira arti fiksi
secara etimologis. Jelas keterangan ini belum memuaskan kita, oleh karena itu ada baiknya kita cari keterangn lain dari
beberapa sumber :
Dalam “The American clleg dictionary “,
dapat kita baca keterangan sebaga berikut (terjemahan)
Fiksi
:
a. Cabang
dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk
prosa;
b. Karya-karya
bdari jenis ini, seperti novel atau dongeng-dongeng;
c. Sesuatu
yang diadakan, dibuat-buat atau diimajinasikan, suatu cerita yang disusun.
(1960:454)
Perbedaan utama antara fiksi dengan
nonfiksi, terletak dalam tujuan. Maksud dan tujuan dari narasi non-fiksi ,
seperti sejarah, biografi, cerita-cerita dan cerita perjalanan, adalah untuk
menciptakan kembali segalah sesuatu yang telah terjadi secara aktual . dengan
perkataan lain dapat kita katakan bahwa :
a) Narasi
nonfiksi mulai dengan mengatakan : karena semua ini fakta, maka beginilah yang
harus terjadi :
b) Sedangkan
narasi fiksi mulai dengan mengatakan : seandainya semua ini fakta, maka
beginilah yang akan terjadi.
C.
unsur-unsur fiksi
Brooks dan warren dalam buku mereka
“under-standingfiction” mrngatakan bahwa penulisan fiksi perlu memperhatikan
benar-benar prinsip-prinsip dan masalah-msalah teknis berikut ini :
a) Permulaan
dan eksposisi
b) Deskripsi
dan alur
c) Atmosfer
d) Seleksi
dan sugesti
e) Saat
tepat
f) Klimaks
g) Konflik
h) Komplikasi
i)
Pola atau bagan
j)
Resolusi
k) Tokoh
dan gerak
l)
Pusat minat
m) Pusat
tokoh
n) Pusat
narasi : sudut pandang
o) Jarak
p) Skala
q) Kelajuan
(Brooks & warren 1956 :644-68)
Dengan demikian maka unsur-unsur fiksi yang
akan diperbincangkan disi mencakup 21 butir yaitu :
i.
Tema
ii.
Ketegangan dan
pembayangan
iii.
Alur
iv.
Pelukisn tokoh
v.
Konflik
vi.
Kesegeraan dan atmosfer
vii.
Latar
viii.
Pusat
ix.
Keasatuan
x.
Logika
xi.
Intrepretasi
xii.
Kepercayaan
xiii.
Pengalaman keseluruhan
xiv.
Gerakan
xv.
Pola dan pencernaan
xvi.
Tokoh dan tingkah laku
xvii.
Seleksi dan sugesti
xviii.
Jarak
xix.
Skala
xx.
Kelajuan
xxi.
Gaya.
D.
Klasifikasi fiksi
Ada beberapa cara untuk untuk
mengadakan pembagian atau klasifikasi terhadap fiksi, bergantung pandangan kita
.kita dapat mengadakan klasifikasi berdasarkan panjang-pendeknya fiksi,
berdasarkan jumlah kata-kata yang dikandungnnya. Kita pun dapat pula mengadakan
klasifikasi dari segi maksud dan tujuan sang pengarang menulis fiksi itu.
Dengan demikian secara singkat dapat kita katakan bahwa klasifikasi itu dapat
dibuat :
a. Berdasarkan
bentuk
b. Berdasarkan
isi
c. Berdasarkan
kritik sastra
E.
Novel
a.
apa yang disebut novel
?
kata novel berasal dari kata latin
novellus yang diturunkn pula dari kata novies yang berarti “baru”. Dikatakan
baru karena kalau dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya sperti puisi ,
drama dan lai-lain maka jenis novel ini muncul kemudian . menurut Roberth
Liddell “novel inggris yang pertama sekali lahir adalah famela pada tahun 1740”
(1965:17).
b.
Jenis-jenis novel
Menurut mochtar lubis, cerita roman itu
ada bermacam-macam, antara lain :
i)
Roman avontur
ii)
Roman psikologis
iii)
Roman detektif
iv)
Roman sosial
v)
Roman politik
vi)
Riman detektif
Pembagian berdasarkan genre atau jenisnya.
Berbeda sedikit dengan pembagian diatas adalah pembagian yang terdapat dalam
ensikopedia indonesia :
a.
Roman sosial
b.
Roman bersejarah
c.
Roman tendens
d.
Roman keluarga
e.
Roman psikologi
F.
Novelet
Kata novelette diturunkan dari kata
novel ditambah suffiks-ette yang berarti “kecil”. Dengan singkat “novelette
adalah novel kecil”. Pada umumya unsur-unsur novelet sama saja dengan
unsur-unsur novel. Khusus dalam sastra indonesia, apa yang disebut novel dalam
sastra inggri dan amerika biasa disebut roman ; sengkan yang disebut novelet
dalam sastra inggris dan amerika biasa kita sebut dengan istilah novel.
G.
Cerita pendek
a) Apa
yang disebut cerita pendek ?
menurut B Mathwes “Bukan cerita pendek jika tidak ada
sesuatu yang akan diceritaka....... suatu cerita pendek dalam mana terjadi
apa-apa adalah suatu ketidakmungkinan sam sekali” . (lubis, 1960:11).
Menurut stewart beach berkata bahwa “meningat batas-batasnya maka
cerita pendek termasuk bentuk yang paling sederhana dari fiction. Tetapi
berbeda dengan buku roman, cerita pendek kurang tempat untuk memecahkan suatu
keadaan yang ruwet” (lubis, 1960:12)
b)
Ciri-ciri khas
cerita pendek
·
Ciri-ciri utama cerita
pendek adalah : singkat, padu, intensif.
·
Unsur-unsur utama
cerita pendek adalah : adegan, tokoh, dan tokoh gerak.
·
Bahasa cerita pendek
haruslah tajam, sugestif, dan menarik perhatian.
·
Cerita pendek harus
mengandung interpretasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik
secara langsung ataupun tidak langsung
·
Sebuah cerita pendek
harus menimbulkan satu efek dalm pemikiran pembaca
·
Cerita pendek harus
menimbulkan perasaan pada pembaca bahwa jalan ceritalah yang pertama-tama menarik
perasaan , dan kemudian menarik pikiran.
·
Cerita pendek
mengandung detail-detail dan insiden-insiden yang dipilih sengaja , dan yang
bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran pembaca.
·
Dalam sebuah cerita
pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
·
Cerita pendek harus
mempunyai seorang pelaku yang utama
·
Cerita pendek harus
mempunyai satu efek atau kesan yang menarik
·
Cerita pendek
bergantung pada satu situasi
·
Cerita pendek
memberikan impresi tunggal
·
Cerita pendek memberikan
suatu kebulatan efek
·
Cerita pendek
menyajiakan satu emosi ( Brooks [ et al ] 1952 : 28- 30)
c) Pembagian
cerita pendek
Mengadakan pembagian atau
klasifikasi terhadap cerita pendek dapat dilakukan dari berbagai sudut pandang yang umum adalah :
1)
Berdasarkan jumlah kata
2)
Berdasarkan nilai
sastra
H.
pertanyaan pembimbing
meresensi fiksi
adapun pertanyaan yang dimaksdukan adalah :
A. Tema
:
i)
Apakah tema itu ?
ii)
Apakah tema itu valid
sebagai kebenaran umum ?
B. Sudut
pandang :
i)
Dari sudut padang
siapakah cerita itu diceriterakan ?
ii)
Apakah sudut pandang
itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita ?
C. Tokoh
:
i)
Apakah penokohan
disajikan secara langsung, yaitu apakah pengarang ada merangkum sifat-sifat
tokoh itu dan menceritakan kepada kita apa dan bagaimana pikiran-pikiran mereka
itu ?
ii)
Berapa banyakah
penokohan itu yang dilakukan secara tidak langsung melalui dialog para tokoh ,
tindakan-tindakan mereka, serta reaksi-reaksi lainnya terhadap mereka ?
iii)
Apakah tokoh-tokoh itu
real ?
iv)
Apakah yang dikehendaki
para tokoh itu, dan apa sebab mereka mnghendakinya ?
v)
Bagaimanakah hubungan
para tokoh dengan cerita itu ?
D. Alur
i)
Insiden-insiden apakah
yang telah dipilih untuk melayani cerita itu ?
ii)
Apakah terdapat
hubungan yang wajar baik antara tema dengan jenis insiden-insiden yang telah
dipilih itu ?
iii)
Mengapa insiden-insiden
itu lebih terpilih daripada yang lain-lainnya yag mungkin juga dipilih ?
iv)
Apakah insinden-insiden
itu disusun dengan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting
dan berguna?
v)
Apakah insiden-insiden
itu wajar, hidup, dan signifikan? (Tarigan 1969:34-5)
E. Bahasa
i)
Apakah bahasa yang
dipergunakan dalam cerita itu tajam, lincah, dan sugestif ?
ii)
Jenis-jenis majas
apakah yang dipergunakan dalam cerita itu ?
iii)
Apakah penggunaan majas
itu wajar dan hidup ?
KOMENTAR PENULISAN LAPORAN :
Menurut saya
buku PRINSIP-PRINSIP DASAR SASTRA merupakan salah satu bentuk pemenuhan akan
sesuatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Buku PRINSIP-PRINSIP DASAR SASTRA
yang ditulis oleh Prof.DR.Henry Guntur Tarigan merupakan salah satu buku sastra
yang menyajikan materi tentang sastra. Buku ini di terbitkan pada tahun 2000.
Materi yang
disajikan sangat baik dan mudah dipahami.hal ini dapat dilihat dari bagian
isinya yang banyak sekali mengutip beberapa pendapat ahli dan disertai dengan
kesimpulan dari beberapa teori yang disampaikan. Penulis buku ini menyampaikan
materi yang ada dengan sistematis sehingga pembaca mudah memahami materi yang
disampaikan.
PENUTUP
Dari hasil
penilaian saya, buku ini sudah memiliki standar yang sangat baik. Bukan hanya
materinya yang disampaikan dan dijelaskan dengan rinci dan sistematis tetapi
buku ini juga disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Buku ini sangat
cocok dipakai oleh kalangan siswa, dan mahasiswa untuk menambah wawasan tentang
apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar sastra.
0 komentar:
Posting Komentar