Rabu, 16 Desember 2015

laporan buku teori sastra

LAPORAN BUKU
Judul buku    : Prinsip-prinsip dasar sastra (BAB III PRINSIP-PRINSIP DASAR FIKSI)
Pengarang      : Prof.DR.Henry Guntur Tarigan
Penerbit          : ANGKASA Bandung
Tahun terbit  : 2000 
Cetakan          : 5 (Kelima)
Kota terbit     : Bandung
Tebal buku    : iii-viii dan 243 halaman + cover
Harga buku   : Rp. 47000
ISBN               : 979-404-162-9



GARIS BESAR ISI BUKU :
v  BAB III : PRINSIP-PRINSIP DASAR FIKSI

A.    Pengantar ke masalah
B.     Apakah yang disebut fiksi
C.     Unsur-unsur fiksi
D.    klasifikasi fiksi
E.     novel
F.      novelet
G.    cerita pendek
H.    pertanyaan pembimbing meresensi fiksi


INTISARI BAB/SUB BAB BUKU :

v  BAB III PRINSIP-PRINSIP DASAR FIKSI
A.    Pengantar kemasalah
      Pengarang wanita Virginia Wolf mengatakan bahwa “roman ialah terutama sekali sebuah eksplorasi atau satu kroni penghidupan, merenungkan dan melukiskan dalam bentuk yang tertentu, pengaruh ikatan, kehancuran atau tercapainya gerak gerik hasrat manusia” ( Lubis; 1960 : 30 ).
   Brooks dan warren pernah mengatakn bahwa “kebanyakan mahasiswa membaca beberapa jenis fiksi seenaknya dan untuk kesenangan saja. Kenyataan ini dapat meninabobokan guru yang mengajar fiksi kedalam suatu rasa puas yang tidak pada tempatnya. Dia rasa dia tidaklah harus membuat para siswa itu membaca fiksi seperti dia, membuat mahasiswa membaca puisi atau esei. Dia hanya menyuguhi dirinya sendiri dengan masalah yang gampang terhadap meyakinkan para siswa bahwa beberapa fiksi yaitu sastra yang baik atau yang mengandung nilai sejarah , adalah juga menarik dengan sendirinya. Sering kali siswa menemui bahwa cerita atau novel yang baik itu menarik baginya. Maka berkatalah guru fiksi dengan bangga “lihat, kamu menyukai cerita itu, dan cerita itu adalah sastra . karena itu tidaklah begitu jelek”. Dan setelah mengambil kesimpulan sang guru boleh merasa bahwa tujuannya dalam pengajaran fiksi itu telah tercapai”.( Brooks and warren; 1959 : xi).



B.     Apakah yang disebut fiksi ?
 Kata fiksi atau fiction diturunkan dari bahasa latin fictio, fictum yang berarti “membendictinembuat, mengadakan , menciptakan” . (“webster’s new collegiate dictionary , “ 1959: 308). Dengan demikian dapatlah kita analogikan bahwa kata benda fiksi dalam bahasa indonesia secara singkat berarti “sesuatu yang dibentuk ; sesuatu yang dibuat; sesuatu yang diciptakan; sesuatu yang diimajinasikan”. Inilah kir-kira arti fiksi secara etimologis. Jelas keterangan ini belum memuaskan kita, oleh karena  itu ada baiknya kita cari keterangn lain dari beberapa sumber :
   Dalam “The American clleg dictionary “, dapat kita baca keterangan sebaga berikut (terjemahan)
Fiksi :
a.       Cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa;
b.      Karya-karya bdari jenis ini, seperti novel atau dongeng-dongeng;
c.       Sesuatu yang diadakan, dibuat-buat atau diimajinasikan, suatu cerita yang disusun. (1960:454)
Perbedaan utama antara fiksi dengan nonfiksi, terletak dalam tujuan. Maksud dan tujuan dari narasi non-fiksi , seperti sejarah, biografi, cerita-cerita dan cerita perjalanan, adalah untuk menciptakan kembali segalah sesuatu yang telah terjadi secara aktual . dengan perkataan lain dapat kita katakan bahwa :
a)      Narasi nonfiksi mulai dengan mengatakan : karena semua ini fakta, maka beginilah yang harus terjadi  :
b)      Sedangkan narasi fiksi mulai dengan mengatakan : seandainya semua ini fakta, maka beginilah yang akan terjadi.
C.      unsur-unsur fiksi
   Brooks dan warren dalam buku mereka “under-standingfiction” mrngatakan bahwa penulisan fiksi perlu memperhatikan benar-benar prinsip-prinsip dan masalah-msalah teknis berikut ini :
a)      Permulaan dan eksposisi
b)      Deskripsi dan alur
c)      Atmosfer
d)     Seleksi dan sugesti
e)      Saat tepat
f)       Klimaks
g)      Konflik
h)      Komplikasi
i)        Pola atau bagan
j)        Resolusi
k)      Tokoh dan gerak
l)        Pusat minat
m)    Pusat tokoh
n)      Pusat narasi : sudut pandang
o)      Jarak
p)      Skala
q)      Kelajuan (Brooks & warren 1956 :644-68)
    Dengan demikian maka unsur-unsur fiksi yang akan diperbincangkan disi mencakup 21 butir yaitu :
i.                    Tema
ii.                  Ketegangan dan pembayangan
iii.                Alur
iv.                Pelukisn tokoh
v.                  Konflik
vi.                Kesegeraan dan atmosfer
vii.              Latar
viii.            Pusat
ix.                Keasatuan
x.                  Logika
xi.                Intrepretasi
xii.              Kepercayaan
xiii.            Pengalaman keseluruhan
xiv.            Gerakan
xv.              Pola dan pencernaan
xvi.            Tokoh dan tingkah laku
xvii.          Seleksi dan sugesti
xviii.        Jarak
xix.            Skala
xx.              Kelajuan
xxi.            Gaya.
D.    Klasifikasi fiksi
           Ada beberapa cara untuk untuk mengadakan pembagian atau klasifikasi terhadap fiksi, bergantung pandangan kita .kita dapat mengadakan klasifikasi berdasarkan panjang-pendeknya fiksi, berdasarkan jumlah kata-kata yang dikandungnnya. Kita pun dapat pula mengadakan klasifikasi dari segi maksud dan tujuan sang pengarang menulis fiksi itu. Dengan demikian secara singkat dapat kita katakan bahwa klasifikasi itu dapat dibuat :
a.       Berdasarkan bentuk
b.      Berdasarkan isi
c.       Berdasarkan kritik sastra
E.     Novel
a.       apa yang disebut novel ?
      kata novel berasal dari kata latin novellus yang diturunkn pula dari kata novies yang berarti “baru”. Dikatakan baru karena kalau dibandingkan dengan jenis-jenis sastra lainnya sperti puisi , drama dan lai-lain maka jenis novel ini muncul kemudian . menurut Roberth Liddell “novel inggris yang pertama sekali lahir adalah famela pada tahun 1740” (1965:17).
b.      Jenis-jenis novel
     Menurut mochtar lubis, cerita roman itu ada bermacam-macam, antara lain :
i)                    Roman avontur
ii)                  Roman psikologis
iii)                Roman detektif
iv)                Roman sosial
v)                  Roman politik
vi)                Riman detektif
            


 Pembagian berdasarkan genre atau jenisnya. Berbeda sedikit dengan pembagian diatas adalah pembagian yang terdapat dalam ensikopedia indonesia :
a.       Roman sosial
b.      Roman bersejarah
c.       Roman tendens
d.      Roman keluarga
e.       Roman psikologi

F.      Novelet
        Kata novelette diturunkan dari kata novel ditambah suffiks-ette yang berarti “kecil”. Dengan singkat “novelette adalah novel kecil”. Pada umumya unsur-unsur novelet sama saja dengan unsur-unsur novel. Khusus dalam sastra indonesia, apa yang disebut novel dalam sastra inggri dan amerika biasa disebut roman ; sengkan yang disebut novelet dalam sastra inggris dan amerika biasa kita sebut dengan istilah novel.

G.    Cerita pendek
a)      Apa yang disebut cerita pendek ?
          menurut B  Mathwes “Bukan cerita pendek jika tidak ada sesuatu yang akan diceritaka....... suatu cerita pendek dalam mana terjadi apa-apa adalah suatu ketidakmungkinan sam sekali” . (lubis, 1960:11).
           Menurut stewart beach  berkata bahwa “meningat batas-batasnya maka cerita pendek termasuk bentuk yang paling sederhana dari fiction. Tetapi berbeda dengan buku roman, cerita pendek kurang tempat untuk memecahkan suatu keadaan yang ruwet” (lubis, 1960:12)

b)      Ciri-ciri khas cerita pendek
·           Ciri-ciri utama cerita pendek adalah  : singkat, padu, intensif.
·         Unsur-unsur utama cerita pendek adalah : adegan, tokoh, dan tokoh gerak.
·         Bahasa cerita pendek haruslah tajam, sugestif, dan menarik perhatian.
·         Cerita pendek harus mengandung interpretasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan, baik secara langsung ataupun tidak langsung
·         Sebuah cerita pendek harus menimbulkan satu efek dalm pemikiran pembaca
·         Cerita pendek harus menimbulkan perasaan pada pembaca bahwa jalan ceritalah yang pertama-tama menarik perasaan , dan kemudian menarik pikiran.
·         Cerita pendek mengandung detail-detail dan insiden-insiden yang dipilih sengaja , dan yang bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran pembaca.
·         Dalam sebuah cerita pendek sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita.
·         Cerita pendek harus mempunyai seorang pelaku yang utama
·         Cerita pendek harus mempunyai satu efek atau kesan yang menarik
·         Cerita pendek bergantung pada satu situasi
·         Cerita pendek memberikan impresi tunggal
·         Cerita pendek memberikan suatu kebulatan efek
·         Cerita pendek menyajiakan satu emosi ( Brooks [ et al ] 1952 : 28- 30)






c)      Pembagian cerita pendek
                     Mengadakan pembagian atau klasifikasi terhadap cerita pendek dapat dilakukan dari berbagai sudut pandang  yang umum adalah :
1)      Berdasarkan jumlah kata
2)      Berdasarkan nilai sastra

H.    pertanyaan pembimbing meresensi fiksi
          adapun pertanyaan yang dimaksdukan adalah :
A.    Tema :
i)                    Apakah tema itu ?
ii)                  Apakah tema itu valid sebagai kebenaran umum ?
B.     Sudut pandang :
i)                    Dari sudut padang siapakah cerita itu diceriterakan ?
ii)                  Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan konsekuen dalam seluruh cerita ?
C.     Tokoh :
i)                    Apakah penokohan disajikan secara langsung, yaitu apakah pengarang ada merangkum sifat-sifat tokoh itu dan menceritakan kepada kita apa dan bagaimana pikiran-pikiran mereka itu ?
ii)                  Berapa banyakah penokohan itu yang dilakukan secara tidak langsung melalui dialog para tokoh , tindakan-tindakan mereka, serta reaksi-reaksi lainnya terhadap mereka ?
iii)                Apakah tokoh-tokoh itu real ?
iv)                Apakah yang dikehendaki para tokoh itu, dan apa sebab mereka mnghendakinya ?
v)                  Bagaimanakah hubungan para tokoh dengan cerita itu ?
D.    Alur
i)                    Insiden-insiden apakah yang telah dipilih untuk melayani cerita itu ?
ii)                  Apakah terdapat hubungan yang wajar baik antara tema dengan jenis insiden-insiden yang telah dipilih itu ?
iii)                Mengapa insiden-insiden itu lebih terpilih daripada yang lain-lainnya yag mungkin juga dipilih ?
iv)                Apakah insinden-insiden itu disusun dengan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting dan berguna?
v)                  Apakah insiden-insiden itu wajar, hidup, dan signifikan? (Tarigan 1969:34-5)
E.     Bahasa
i)                    Apakah bahasa yang dipergunakan dalam cerita itu tajam, lincah, dan sugestif ?
ii)                  Jenis-jenis majas apakah yang dipergunakan dalam cerita itu ?
iii)                Apakah penggunaan majas itu wajar dan hidup ?















KOMENTAR  PENULISAN LAPORAN :
Menurut saya buku PRINSIP-PRINSIP DASAR SASTRA merupakan salah satu bentuk pemenuhan akan sesuatu ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Buku PRINSIP-PRINSIP DASAR SASTRA yang ditulis oleh Prof.DR.Henry Guntur Tarigan merupakan salah satu buku sastra yang menyajikan materi tentang sastra. Buku ini di terbitkan pada tahun 2000.
Materi yang disajikan sangat baik dan mudah dipahami.hal ini dapat dilihat dari bagian isinya yang banyak sekali mengutip beberapa pendapat ahli dan disertai dengan kesimpulan dari beberapa teori yang disampaikan. Penulis buku ini menyampaikan materi yang ada dengan sistematis sehingga pembaca mudah memahami materi yang disampaikan.

PENUTUP
Dari hasil penilaian saya, buku ini sudah memiliki standar yang sangat baik. Bukan hanya materinya yang disampaikan dan dijelaskan dengan rinci dan sistematis tetapi buku ini juga disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Buku ini sangat cocok dipakai oleh kalangan siswa, dan mahasiswa untuk menambah wawasan tentang apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar sastra. 

0 komentar:

Posting Komentar